si penulis?

si penulis?

Monday, 11 July 2011

Jenis Babak

- 3 Babak

Standar penulisan internasional adalah 3 babak. Pertama adalah opening dan perkenalan tokoh sekaligus pengenalan konflik. Babak kedua adalah perjalanan bagaimana tokoh menyelesaikan konflik dimana akan ada hambatan dan rintangan dalam menghadapinya. Di akhir babak kedua akan diperkenalkan hambatan dan rintangan terberat dan tersulit sehingga menjadi klimkas suatu cerita. Babak ke tiga adalah penyelsaian masalah tersebut dan dengan sangat cepat.

Aturan 3 babak:

Awal – konflik – ending


- 8 / 9 babak

Dalam penulisan cerita-cerita thriller atau menegangkan seperti detektif, politik, teka-teki, action atau horor. Akan lebih mudah jika kita menuliskan cerita tersebut dalam 9 babak. Sebenarnya mengacu pada 3 babak, hanya saja lebih detail.

Aturan 9 babak:

· Kejadian buruk

· Pengenalan tokoh (biasa)

· Pengenalan antagonis (luar biasa)

· Tokoh terkena masalah

· Melarikan diri

· Belajar dan menemukan tokoh penolong

· Menyusun rencana

· Rencana gagal

· Plan B berhasil – ending


Pusing? mending langsung ke contohnya aja ya... tunggu next post ^_^

Friday, 8 July 2011

Ide?

IDE?

Sejak memutuskan untuk serius menulis. Orang selalu penasaran tentang darimana aku bisa dapat ide untuk menulis.

It's a thousand question with only one answer, which is ...

Mulailah dengan Letikan.

Guruku (aris nugraha) mengajariku bagaimana membuat sebuah cerita. Intinya satu sebuah letikan. Dan itu sangat amat berguna.

Ilustrasinya begini. Sekelompok orang membicarakan tentang sebuah topik, misalnya seorang anak yang sedang berbicara dengan orang tua, Seorang kakak yang bicara dengan saudara sepupunya, seorang gadis yang curhat dengan temannya, seorang pengusaha sedang berbasa-basi dengan investornya atau yang lainnya. Lantas apakah masing-masing topik yang dibicarakan mereka itu datang tiba-tiba?

Tentu tidak.

Pasti si anak terletik sesuatu tentang hal disekolahnya hingga dia menceritakan topik tersebut pada orangtuanya. Pengusaha tersebut juga pasti terletik sesuatu hingga akhirnya dia gunakan sebagai basa-basi dengan investornya.

Nah, begitu pula dengan ide cerita. Awalilah dengan sebuah letikan.

Tapi bagaimana letikan itu muncul?

carilah sesuatu yang dekat dengan kita. Bisa pengalaman, bisa apa yang sedang kita baca, bisa apa yang sedang kita lihat, bisa apa yang sedang kita ingat, bahkan bisa dari benda-benda yang ada di sekeliling kita.

Setelah mendapatkan letikan, misalkan letikan diambil dari pengalaman, letikannya adalah 'sekolah'. lalu apakah kita bisa menuliskan cerita dari letikan tersebut? apa kita bisa mendapatkan sebuah ide cerita dari letikan tersebut?

Atau katakanlah, beda yang ada di sekeliling kita. misalkan, saya menulis blog ini dengan sebuah laptop. maka saya bisa menggunakan laptop sebagai letikan. dengan sebuah letikan yaitu laptop. saya bisa menggunakannya sebagai ide cerita saya.

Contoh :
Letikan : Kulkas
Ide cerita : Seorang anak pemulung yang tinggal dibantaran kali ingin memiliki kulkas di rumahnya agar dia tidak harus mencuri es di warung sebelah rumahnya.

Bagaimana, mencari ide itu gampang kan?

Nah, masalah selanjutnya adalah apakah dari letikan itu bisa muncul sebuah ide cerita yang hebat? sebuah ide cerita yang belum pernah dituliskan sebelumnya?

Sabar ya, tunggu postingan selanjutnya , ^_^

oleh ilma fathnurfirda

Sunday, 8 May 2011

Cerita

Definisi

Cerita adalah sebuah kumpulan peristiwa akan sesuatu atau seorang karakter yang disusun sehingga menjadi sebuah informasi yang menarik dan patut diinformasikan.

Cara mebuat cerita: buatlah cerita yang unik lain dari yang lain, tabraklah hal-ahal yang sudah ada dan sudah awam. Misal, buatlah vampir menakutkan jadi sangat ganteng – twilight, buatlah hantu yang sangat cantik – Ghost, buatlah penyihir yang sangat gaul – harry potter, dll.

Identifikasi

- Cerita :

Setiap orang butuh cerita, sejak kecil orang tua selalu menceritakan sesuatu pada anaknya ketika akan tidur. Setiap orang selalu ingin menguatarakan pendapat dan selalu ingin mendengar cerita. Setiap orang selalu mencari kedekatan dan identifikasi pada cerita itu.

Maka buatlah cerita yang nyata, real, dekat dengan penonton, dan yang paling kita kuasai. Baik fiksi ataupun nonfiksi seperti dokumenter. Cerita seperti itulah yang akan dengan mudah dicerna, diingat dan di jadikan pandangan para penerima cerita itu.

- Karakter:

Sama halnya dengan cerita. Buatlah karakter yang real, nyata, unik dan dekat dengan penonton. Sehingga para penonton akan selalu dapat menemukan kecocokan dengan karakter yang kita ciptakan.

Contoh karakter-karakter yang sukses, adalah peran Demi Moore pada film ‘Ghost’. Sejak saat itu potongan rambut Demi moore jadi terkenal dan diidolakan banyak orang.

Identifikasikan kebutuhan lahir dan batin karakter tersebut. Buatlah keterganguan atau halangan terhadap kebutuhannya.

Nah, bagaimana cara membuat cerita dan karakter akan dijelaskan lebih lanjut. ^_^

Friday, 8 April 2011

welcome

selamat datang,

silahkan ambil yang baik dan ingatkan saya tentang yang buruk.

Mari menulis!
^_^